PANTI WERDHA “SUAKA KASIH” BATI-BATI
Diposting tanggal: 10 Agustus 2017

SEJARAH SINGKAT PANTI WERDHA “SUAKA KASIH” BATI-BATI

 

Pada tanggal 1 Februari 1995 Mgr. F.X.Prajasuta, MSF mengirim surat permohonan kepada Puteri Kasih: Sr. Laetitia, agar Puteri Kasih membuka misi di Kalimantan untuk melayani orang-orang miskin, tersisih dan terlantar yang perlu mendapat perhatian.  Kebutuhan yang sangat mendesak adalah melayani para jompo yang pada sat itu sudah menunggu 10 awam yang siap membantu para Suster Puteri Kasih.  Tidak lupa juga peranan Romo Stephanus Bijanta, CM.

Menanggapi undangan tersebut, empat orang Suster Puteri Kasih datang ke Banjarmasib, yaitu Sr. Laetitia, PK, Sr. Agnes, PK, Sr Suzanna, PK dan Sr. Agustina, PK untuk pembicaraan lebih lanjut.  Kedatangan Puteri Kasih disambut dengan baik dan penuh syukur oleh Bapak uskup, Romo Paroki Hati Yesus yang Mahakudus (Pastor Borst, MSF alm) dan kerabat kerja Suaka Kasih serta umat. Selanjutnya, Wisma Werdha “Suaka Kasih” yang berada di rumah milik Keuskupan di Jl. Veteran No. 99/51 Banjarmasin diresmikan oleh Bapak Uskup Mgr. F.X Prajasuta, MSF pada tanggal 24 April 1995.  Suster pertama di Panti Werdha ini adalah Sr. Agnes, PK dan Sr. Suzanna, PK.

Panti Werdha Suaka Kasih dilayani oleh Suster Puteri kasih bekerja sama dengan awam yang tergabung dalam kerabat Suaka Kasih selaku mitra dan berlindung pada St. Vinsensius de Paul.  Karya pelayanan panti werdha ini adalah milik Keuskupan Banjarmasin, yang kemudian pada tanggal 16 Desember 2004 Bapak Uskup menyerahkan karya ini kepada Puteri Kasih. 

Dengan berjalannya waktu, lokasi panti werdha yang terletak di Jl. Veteran Banjarmasih yang berada di tengah-tengah kota yang padat kendaraan dengan lingkungan toko-toko, sekolah, depot-depot membuat suasana bising setiap saat sehingga kurang nyaman untuk para lanjut usia menikmati hari tuanya karena mereka membutuhkan suasana yang tenang dan udara yang segar. Dari situasi itu, maka para Suster Puteri Kasih mengusahakan tempat baru yang lebih luas untuk panti werdha Suaka Kasih, dibantu oleh Bapak Herman Chandra yang kemudian menawarkan bantuan tanah dan juga pembangunan panti werdha dan panti asuhan yang terletak di Ujung Baru – Bati-Bati.

Pada tanggal 8 Juli 2007, para nenek dan para Suster mulai menempati tempat tingggal yang baru di Desa Ujung Baru, Bati-Bati, Pelaihari hingga saat ini. Pemberkatan panti werdha diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2007 oleh Bapak Uskup Mgr. F.X. Prajasuta, MSF.