Sejarah Puteri Kasih
Diposting tanggal: 31 Mei 2010

SEJARAH SERIKAT PUTERI KASIH

 

 

Serikat Puteri Kasih (PK) didirikan Santo Vinsensius de Paul dan Santa Luisa de Marillac pada tahun1633.  Suster-suster Puteri Kasih adalah puteri-puteri Gereja yang kehadirannya diawali oleh inisiatif dan kreativitas Santo Vinsensius dalam kerjasama dengan Santa Luisa de Marillac untuk menanggapi panggilan Tuhan:  melayani Tuhan dalam diri orang-orang yang miskin dan terlantar. 

Vinsensius lahir di Pouy, sebuah desa Perancis Selatan tahun 1581, meninggal tahun 1660.  Luisa de Marillac, seorang ibu dengan satu anak yang membaktikan dirinya kepada Tuhan setelah kematian suaminya,  lahir di Paris tahun 1591 dan meninggal tahun 1660.

 

Awal Mula Pendirian Puteri Kasih

Gadis-gadis itu ditempatkan di Paroki-paroki untuk membantu Persaudaraan Kasih dalam pelayanan langsung kepada Orang Miskin.  Pada tanggal 29 Nopember 1633 gadis-gadis yang kesetiaannya kepada Orang Miskin sudah teruji ini dikumpulkan di rumah Luisa untuk mendapat pembinaan.  Itulah tanggal berdirinya Kongregasi Puteri Kasih.  Jumlah mereka hanya empat atau lima orang.  Pelan-pelan mereka dididik dalam keutamaan-keutamaan Kristiani, diberi juga satu pengetahuan dasar sebagai perawat dan guru, agar bisa melayani Orang Miskin secara professional.  Pada bulan Juli 1634 mereka mendapat semacam “pedoman hidup” atau aturan, yang disusun oleh Luisa dan disetujui Vinsensius.  Puteri Kasih bukanlah biarawati.  Kata Vinsensius, biara-biara mereka adalah lorong-lorong kampung Orang-orang Miskin. 

 

Ketika Revolusi Perancis

Perkembangan jumlah para suster pelayan orang miskin ini cukup pesat sesudah wafatnya para Pendiri (Vinsensius dan Luisa).  Namun, pada abad XVIII-XIX, seperti banyak kongregasi lain, Puteri Kasih mengalami badai penderitaan akibat Revolusi Perancis yang bertahun-tahun lamanya.  Ketika revolusi beberapa suster PK wafat sebagai martir.  Sebagai “pelayan Tuhan dalam diri orang miskin”, Puteri Kasih memiliki semangat menyesuaikan diri dalam kehadiran.  Demikianlah, salah satu yang khas dalam kehadiran para suster Puteri Kasih ialah berubah-ubahnya habit atau pakaian yang dikenakan.  Pada jaman Vinsensius pakaian mereka adalah pakaian yang dikenakan oleh para pelayan gadis-gadis desa. 

 

Awal Abad XX

Kehadiran Puteri Kasih terlihat jelas dalam saat-saat gelap sejarah manusia terutama di belahan dunia Eropa dan tempat-tempat lain.  Ketika Eropa dilanda perang dan pertikaian tida henti, Puteri Kasih kerap hadir dan memberikan pelayanan kepada mereka yang terlantar, termasuk di dalamnya mereka yang terluka dan sakit di medan pertempuran.  Umumnya kehadiran mereka mudah dikenali karena habit yang khas.  Pada waktu perang dan sesudahnya, menjelang tahun 1960-an, serikat Puteri Kasih dianugerahi jumlah anggota hingga mencapai sekitar 45.000 anggota, sebuah angka yang sangat besar.

 

Semangat Puteri Kasih

Ketika Serikat Puteri Kasih berdiri (1633), kehadiran dan langkahnya dilambangkan dengan gambar hati yang sekelilingnya berupa nyala api.  Sebuah hati yang terbakar.  Di pusat gambar hati ada Kristus yang tersalib.  Kemudian menyusul tulisan Caritas Christi urget nos atau, dalam bahasa Perancis, La charite de Jesus Crucifie nous presse (cinta kasih Kristus mendesak kami).  Tulisan ini mengalir mengelilingi hati, bagai sebuah pagar cemerlang.  Hati adalah cinta.  Ketika Puteri Kasih menghayati kehadirannya dalam lambing hati yang bernyala, ketika itu seorang Puteri Kasih adalah pribadi yang penuh cinta, cinta Kristus sendiri, yang memberikan diri seutuhnya untuk melaksanakan kehendak Allah.  Yaitu melayani dan mewartakan Kabar Gembira kepada orang-orang miskin.  Identitas hidup Puteri Kasih dengan demikian ada dua: 1) hidup PK adalah cinta; 2) hidup PK adalah cinta Kristus sendiri.  Identitas yang demikian mengatakan sebuat semangat baru. Yaitu, cinta seorang PK disumberkan dari Kristus sendiri.  Kristuslah energy dari setiap Puteri Kasih.  Bila identitas PK berupa cinta dan cinta Kristus dihidupi dengan tekun dan rajin, “tiada keindahan apa pun di luar kehadiran seorang Puteri Kasih”, kata Santo Vinsesnius.  Bila kehadiran PK menampilkan cinta Kristus, niscaya menjadi sebuah kehadiran yang indah.

 

Di Dalam Gereja

Puteri Kasih adalah serikat hidup kerasulan dalam komunitas.  Sebagai serikat hidup yang merasul, Puteri Kasih memiliki ciri khas aktif, tetapi tidak jatuh ke aktivisme.  Hidup yang merasul artinya hidup dengan hati seperti hati para rasul sendiri.  “Dari keabadian Allah telah memikirkan dan merencanakan kalian, hidup dan kehadiran kalian.  Dari keabadian kalian sudah ada dalam rancangan dan pikiran Allah untuk menjadi seperti yang Anda hidupi sekarang ini (sebagai PK)” (SV IX, Cof. 24).  Panggilan dan perutusan Puteri Kasih, “Kalian adalah Puteri-puteri Kasih yang miskin yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah untuk pelayanan mereka yang miskin.” (SV IX, Conf. 45)

 

Internasionalitas Puteri Kasih

Puteri Kasih ada di 6 benua, 91 negara.  Puteri Kasih terbilang dalam Serikat Hidup Kerasulan, yang membaktikan seluruh hidupny Kabar untuk kerasulan, melayani Allah dalam diri orang miskin.  Puteri Kasih mengucapkan kaul-kaul dan diperharui setiap tahun, setiap Hari Raya Kabar Sukacita (25 Maret) sebagai bukti persembahan diri terus menerus baru.

Puteri Kasih merupakan KOngregasi internasional yang dipimpin oleh Ibu Pemimpin Umum yang berkedudukan di Paris.  Saat ini Ibu Pemimpin Umum ialah Suster Kathleen Appler, PK.  Puteri Kasih dari kodratnya memiliki semangant missioner dan menghayati kehidupan komunitas demi perutusan.  Semangat dan spiritualitas Puteri Kasih adalah semangat Yesus Kristus sendiri yang dalam penghayatan para Pendiri merupakan Pelayan kehendak Allah Bapa, menyembuhkan yang sakit, membebaskan yang dipenjarakan, melawat yang berduka dan mewartakan Kabar Gembira kepada setiap orang.

 

Hidup Komunitas

Ciri khas para Suster Puteri asih sejak awal pendiriannya ialah mereka menghayati hidup komunitas, komunitas untuk misi, seperti para rasul.  Karena itu, semangat hati Puteri Kasih adalah bagaikan hati rasul.

  • Hati Rasul adalah hati yang mewartakan Kerajaan Allah.  Tuhan Yesus tidak sendirian mewartakan kehadiran Kerajaan Allah.  Ia melibatkan para rasul.  Kehadiran Kerajaan Allah adalah hadirnya belas kasih, perdamaian, kesatuan, persahabatan, pembebasan.  Hidup para rasul adalah hidup hidup yang mewujudkan kasih Allah secara nyata.
  • Hati rasul adalah hati yang melayani.  Salah satu yang paling menonjol dalam hidup para rasul ialah pelayanannya kepada orang-orang miskin.  Tidak hanya melayani, tapi juga menyembuhkan, menghadirkan bahwa Allah adalah kasih.
  • Hati rasul adalah hati yang berdoa bersama Yesus.  Merasul bukan sekedar pertama-tama tenggelam dalam kerja, kerja dan kerja.  Bakti sebagai seorang rasul juga ditampilkan dalam kebersamaan dengan Yesus. 
  • Hati rasul adalah hati yang gembira karena menerima segala kemungkinan suka duka, derita dan kecemasan seperti Yesus, Gurunya.

 

Puteri Kasih dan Hidup Doa

Para Suster mengontemplasikan Kristus dan bersatu dengan-Nya dalam hati dan dalam hidup Orang-orang Miskin, di mana rahmat-Nya senantiasa giat untuk menguduskan dan menyelamatkan mereka.  Pada para Suster melekat tanggung jawab utama, yaitu memperkenalkan Allah kepada Orang Miskin, mewartakan Injil kepada mereka dan menghadirkan Kerajaan Allah.