Rabu, 10 Mei 2017 - 10:38:56 WIB
Berguru pada Sesama Ciptaan-NYA
Diposting oleh : Kaji Zoe
Kategori: Komunitas - Dibaca: 74 kali

Kata orang bijak “Pengalaman adalah guru yang terbaik,

pengalaman selalu mengajarkan banyak hal tentang arti hidup ini.

Suatu ketika seorang pemuda berjumpa dengan seorang pengendara speedbout. Perjumpaan ini tidak disengaja berhubung pengendara speedboat sedang santai di pelabuhan dan pemuda tersebut hanya mencari suasana segar di tepi sungai. Melihat pengendara speedboat, pemuda ini penasaran dengan pertanyaan yang ingin di tanyakannya. Dalam pikirannya “Apa sih yang membuat pengendara speed itu begitu lincah mengendarai speedboat? Karena sungguh penasaran datanglah pemuda itu mendekati pengendara speedboat dan berkata “ Sore Pak!  Sore juga sahut pengendara speedboat. Mulailah pemuda itu bertanya: Pak sudah berapa lama menjadi pengendara speedboat? Apakah selama mengendarai tidak takut kecelakaan? Pertanyaan pemuda ini membuat pengendara berhenti sejenak dan menjawab. Awalnya saya belajar pekerjaan ini dari ayah saya yang juga adalah seorang pengendara speedboat. Sejak muda saya mengikuti ayah saya, dan saya ingin belajar, saya melihat, memperhatikan, dan mulai belajar dari yang paling sederhana yakni menyalakan mesin, memutar stir, memperbaiki mesin, membaca situasi alam, cuaca, angin, hujan dan saat air pasang, dan belajar strategi yang tepat jika berhadapan dengan speedboat yang lain yang membuat gelombang airnya memuncak. Pernah juga speedbout kami macet dalam perjalanan namun tidak takut karena sudah terlatih sejak kecil bisa berenang, maka menghadapi kesulitan hanya yakin dan percaya pada yang Kuasa serta mencari solusi. Jawaban pengendara speedboat membuat pemuda tersebut makin tercengang dan merenung dalam hatinya karena kekaguman dan rasa penasarannya selama ini terjawab bahwa; setiap pengalaman dalam hidup ini menjadi guru yang baik bagi dirinya. Ilustrasi pengalaman pemuda dan pengendara speedboat mengawali sharing pengalaman iman berikut ini.

 

Berawal dari sebuah pengalaman.

 Pengalaman pemuda di atas dan pengendara speedboat menggambarkan bahwa       hidup itu adalah proses pembelajaran, belajar membentuk suatu pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap hidup. Pengetahuan dari melihat dan mengalami kemudian memberi cara pandang dan pemahaman yang baru tentang suatu pengalaman, suatu kejadian sehingga membentuk suatu keterampilan dalam diri baik secara fisik maupun psikis yang akhirnya menjadi sebuah sikap dan tindakan dalam dirinya. Dengan kata lain sebuah pengalaman tidaklah cukup disimpan dalam pemikiran tetapi pengalaman itu sungguh-sungguh dihidupi dan dihayati sehingga menjadi milik dan dapat dikatakan sebagai suatu karakter bagi diri sendiri. Demikian juga sama halnya dengan ungkapan Ibu pendiri menegaskan bahwa “anda dapat melakukan banyak hal jika kita belajar dengan baik” (St. Louisa de Marillac).

 

 

Belajar dari sabda Tuhan

Dalam Matius 6 : 33 dikatakan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”  Mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maksudnya adalah menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh aspek hidup. Dengan kata lain menempatkanNya sebagai prioritas utama dalam hidup. Tuhan menghendaki agar umatNya terlebih dulu menjadikan-Nya  sebagai prioritas utama dalam seluruh aspek hidup. Karena dengan sendirinya seluruh pikiran, kehendak, jiwa dan akal budi hanya terpaut pada Tuhan, menjadikan-Nya sebagai sumber kekuatan dan peraturan hidup yang menuntun seluruh hidup dan pelayan kepada orang miskin.

 

Belajar dari komunitas

 

Sebagai orang muda menjadi rasa syukur tersendiri ketika mendapat kesempatan untuk mengalami hidup bersama di Komunitas yang bisa dikatakan di daerah pedalaman. Komunitas yang ada di wilayah pheripheris, komunitas yang mengajak untuk berani keluar dari zona yang nyaman. Artinya dari segi cuaca yang tidak menentu, kadang hujan kadang panas, alam yang masih hutan, transportasi satu-satunya yang lancar adalah air sungai, kebutuhan hidup sehari-hari (air, penerangan) tidak tercukupi dan  terbatas, seperti di tanah   Saat-saat awal  saya   belum siap menerima  realitas  yang ada,  tetapi dengan belajar dari para suster dan keadaan alam setempat memampukan saya untuk enjoy dan at home.  Betapa salutnya saya dengan para suster yang mengawali komunitas ini. Dari pergumulan dan pengalaman setiap hari saya merasakan bahwa hanya kekuatan Allah yang dapat diandalkan oleh setiap Suster yang pernah tinggal di Komunitas Yoh Gabriel Serawai.

 

Belajar dari orang miskin

 

Sejak pertama kali tiba di tanah serawai saya merasakan Tuhan mengajarkan kepada saya banyak hal tentang arti sebuah kehidupan, arti sebuah panggilan dan perutusan. Setiap kali Tuhan mengutus lewat suara para pemimpin, dan Tuhan pun akan menambahkan rahmat yang dibutuhkan dalam perutusan. Bagi saya orang miskin mengajarkan kepada saya bagaimana menghidupi keutamaan kesederhanaan, kerendahan hati dan cinta kasih. Ternyata keutamaan ini bukan hanya indah dalam kata-kata tetapi indah juga dalam pengalaman jika mau terbuka dan rendah hati untuk belajar dari orang lain. Belajar masak dari para suster dan anak-anak asrama dengan bahan makanan yang sederhana (daun-daun, sayur dan buahan). Seperti kalau memasak harus melihat dulu bahan makanan yang tersedia di pasar lalu bisa menentukan masakan. Pengalaman-pengalaman yang kecil dan sederhana ini sangat unik dan menjadi ciri khas tersendiri bagi suatu komunitas.

Dari semua pengalaman ini hanya ada rasa syukur dalam hati dan kupanjatkan kepada Tuhan, atas seluruh berkatNya melalui perjumpaan, persaudaraan dan kekerabatan yang tinggi dengan umat di Serawai maupun umat-umat di stasi, Rantau malam, Jelundung, Thai, Begori. Rasa syukur ini menjadi kenangan hidup bahwa dalam perutusan ini hanyalah karena cinta dan kemurahan Tuhan melalui Serikat. Dan akhir kata kuucapkan terima kasih Sr. Clementine, Sr. Agatha, Sr. Widhi dan Para Romo CM atas persaudaraan dalam satu semangat Vinsensian. ÿÿÿ

 

 

Sr. Virgiana, PK

Komunitas St. Louisa – Kediri

 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)