Rabu, 10 Mei 2017 - 10:19:56 WIB
Kharisma dan Pelayanan Komunitas Emmaus
Diposting oleh : Kaji Zoe
Kategori: Komunitas - Dibaca: 90 kali

Dengan keterbatasan tenaga dan kesehatan para Suster Lansia masih tetap menunjukkan  kualitas pelayanannya.  Semangat, kegembiraan, hidup doa dan pewartaan yang diberikan kepada sesama Suster, rekan kerja dan orang-orang miskin adalah realitas nyata keterlibatan mereka  dalam melayani.

(Sr. Retti, PK)

Komunitas Emmaus pada mulanya didirikan dan diperguna-kan sebagai tempat pelayanan para Bruder CSA. Para Bruder ini melayani, mendampingi dan mendidik anak-anak putra yang  tinggal di asrama dan sekolah di SD Don Bosco. Dan dengan semakin berkurangnya keanggotaan Para Bruder CSA ini maka rumah komunitas Emmaus di serahkan kepada Suster Puteri Kasih. Kemudian dilanjutkan oleh para Suster dengan menjadikan Emmaus sebagai Asrama Putri sedangkan anak-anak putra dipindahkan ke Panti Asuhan Don Bosco. Seiring   perjalanan  waktu Asrama Putri dialihkan ke komunitas St.Paulus Bojonegoro.

Pada saat ini komunitas Emmaus menjadi tempat tinggal Suster-Suster Lansia dan didampingi oleh para suster medior dan yunior. Para Suster lansia yang saat ini tinggal di komunitas Emmaus adalah Sr. Ignatia, Sr. Tarsisia, Sr. Philomene, Sr. Marietta dan Sr. Maria.  Usia lanjut tidak menyurutkan semangat  para Suster   untuk  melanjutkan karya dan misi Para Pendiri sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan keterbatasan tenaga dan kesehatan para Suster Lansia masih tetap menunjukkan  kualitas pelayanannya.  Semangat, kegembiraan, hidup doa dan pewartaan yang diberikan kepada sesama Suster, rekan kerja dan orang-orang miskin adalah realitas nyata keterlibatan mereka  dalam melayani. Usia boleh senior tetapi semangat yunior itulah yang menjadi ekspresi diri mereka.

Dalam hidup doa komunitas para Suster Lansia selalu menambahkan doa rosario setiap hari dan mempersembahkannya untuk kebutuhan-kebutuhan Serikat, bangsa dan negara. Hal ini menjadi bukti bahwa para Suster Lansia memiliki kepekaan dan tanggap akan kebutuhan zaman ini. Selain hidup doa para suster lansia juga melayani orang miskin secara jasmani dan rohani. Sr. Ignatia melayani di Keputih yaitu Dinas Sosial milik pemerintahan Surabaya yang menampung para gelandangan dan orang gila yang ditemukan di jalanan. Pelayanan ini melibatkan donatur awam dan relawan yang tergerak hatinya untuk membantu karya pelayanan ini.  Setiap hari Selasa Sr. Iganatia dan rekan kerja mengirim dan membagikan snack untuk sejumlah kurang lebih 1.500 orang. Selain pelayanan ini,  Sr. Ignatia masih mengabdikan hari-harinya untuk membuat rosario, keset dari kain-kain bekas dan membantu pemberian gizi anak-anak  dari keluarga tidak mampu yang ada disekitar komunitas Emmaus. Hasil karya beliau yang berupa rosario dan keset dijual meskipun dalam skala kecil tetapi memberikan andil dalam membantu karya pelayanan di Emmaus.

 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)