Jumat, 02 Desember 2016 - 14:38:07 WIB
Memperdalam dan Menghidupkan Kembali Identitas Anda sebagai Pelayan
Diposting oleh : Kaji Zoe
Kategori: Spiritualitas - Dibaca: 195366 kali

 

 

Memperdalam dan Menghidupkan Kembali

Identitas Anda sebagai Pelayan

(Dari Majalah “Echos”, Edisi Mei – Juni 2015)

(Diterjemahkan oleh Tim Gema Komunitas)

 

 

Komitmen Puteri Kasih selalu mengambil bentuk pelayanan Kristus pada mereka yang miskin (bdk C. 7a, C. 10b). Inilah tujuan dari Serikat Puteri Kasih (bdk C. 8b). Dimulai oleh Pendiri dan diwariskan melalui tradisi Vinsensian, pelayanan yang telah, sedang dan akan dilakukan menjadi perwujudan dari seluruh identitas Puteri Kasih. Ini adalah bukti yang tak terbantahkan dari keaslian Anda, pemberian diri yang berarti dan bermakna dari keberadaan Anda dalam Gereja dan di dunia.  Mengatakan "Puteri Kasih" adalah sama dengan mengatakan "hamba orang miskin".  Vinsensius mengatakan, "Anda Puteri-puteri Kasih yang  miskin yang telah memberi diri kepada Allah untuk pelayanan orang miskin" (CCD IX, 432).

"Hamba" adalah identitas Puteri Kasih; itu adalah wajah dan karakter Anda, yang tak dapat ditawar lagi. Kembali pada tahun 1982, Suster Lucie ROGE, Pemimipin Umum saat itu, memberikan konferensi tentang sikap yang diperlukan dalam pelayanan, mengatakan, "Kami harus terus berubah dari menjadi" Puteri Kasih "menjadi" Puteri Kasih, seorang Hamba. "

Dalam konteks ini, Serikat harus menunjukkan identitas hamba dan menghadapi tantangan dalam usaha memperkuat dan memperdalam identitas ini. Saya tahu bahwa banyak suara yang meminta penghapusan kata "hamba" dan berpendapat bahwa kata ini telah usang. Beberapa mengatakan bahwa kita hidup dalam masyarakat yang tidak bisa memandang baik kata-kata itu, dan bahwa kata "hamba" tidak sejalan dengan martabat perempuan dan hak asasi manusia.

Namun demikian, dari perspektif teologis atau dari perspektif spiritualitas Vinsensian, menghilangkan kata "hamba" akan merusak identitas Puteri Kasih. Serikat Puteri Kasih secara perlahan akan berubah menjadi semacam organisasi sosial kemanusiaan dan akan berhenti menjadi Serikat dimana Allah mengilhami Santo Vinsensius dan Santa Louisa  membentuk apa yang Gereja dan dunia butuhkan saat ini.

Father Celestino Fernández, C.M.

 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)