Kamis, 26 Mei 2016 - 11:10:14 WIB
PERTEMUAN PEMINAT
Diposting oleh : Kaji Zoe
Kategori: Prompang PK - Dibaca: 1156 kali

PERTEMUAN PEMINAT

“MENJADI PRIBADI yang BERBELAS KASIH”

 

 

“Setiap Suster mempunyai tanggung jawab untuk terlibat dalam promosi panggilan dan menjadi saksi sukacita atas pemberian dirinya yang total kepada Allah dalam komunitas.”

(Dokumen Musyawarah 2015 – 2021)

 

 

 

 

Pertemuan Peminat yang diadakan pada tanggal 12 – 13 Maret 2016 menjadi sarana untuk menindaklanjuti seruan Serikat yang terdapat dalam Dokumen Musyawarah kita. Ajakan “untuk membuka komunitas lokal kita bagi kaum muda untuk menawarkan kesempatan untuk bersharing, untuk berdoa dan untuk melakukan pelayanan nyata kepada para miskin, untuk menemani mereka dan bersama mereka merefleksikan iman dan pelayanan,” terangkum dalam pertemuan peminat yang bertemakan Menjadi Pribadi yang Berbelas Kasih ini.

Pertemuan peminat yang pertama dit tahun 2016 ini diselenggarakan di Komunitas Don Bosco, Surabaya.  Hadir di dalamnya 14 remaja puteri, baik mereka yang memiliki keinginan menjadi Suster ataupun mereka yang hanya ingin mengenal bagaimana menjadi seorang Suster. Mereka berasal dari Cepu, Garum, Blitar, Malang, Jakarta, Kediri, dan Surabaya.  Kegembiraan nampak di wajah mereka karena bertemu dengan teman-teman baru.

Acara dimulai pada pukul 17.00 diawali dengan ibadat sore yang dipimpin oleh Sr. Elisa.  Selanjutnya Sr. Engelina menghantar mereka untuk semakin masuk pada tema pertemuan dengan mengulas lebih dalam tentang lukisan “Kembalinya Si Anak Hilang” karya Pelukis terkenal, Rembrandt yang diambil dari kisah Injil Lukas 15:11-33.

Sr. Engelina mengungkapkan betapa besar kasih Bapa kepada anak-anak-Nya (Si Bungsu dan si Sulung).  BAPA YANG BAIK menunggu dan merangkul anak bungsu dengan tangan terbuka lebar!  Kita masing-masing juga mengalami belas kasih Bapa.  Belas kasih Allah Bapa ini pertama-tama dialami di dalam keluarga : dari orang tua (Bapak dan Ibu), diantara saudara-saudara, diantara teman sebaya. Lewat pengalaman sulit, pahit, putus asa, kita menyadari kebaikan Allah melalui mereka.

Kristus adalah wajah belas kasih (kerahiman) Bapa. Kita diubah oleh belas kasih Bapa :

  • Pertama : kita mengalami dan tersentuh oleh Allah yang lebih dulu mengampuni dan berbelas kasih.
  • Kedua : kita memberi belas kasih kepada sesama dengan memaafkan, mengampuni.
  • Ketiga : kita dipanggil untuk menunjukkan dan membawa kemurahan hati Allah yang berbelas kasih. Kita juga menjadi wajah belas kasih Allah

Pengalaman mengalami belas kasih Bapa, akan mengubah hidup kita.

Setelah mendengarkan presentasi dari Sr. Engelina, para peminat diminta untuk menuliskan pengalaman belas kasih Allah yang mereka alami dan men-sharingkan-nya dalam kelompok. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan makan malam bersama.  Para Peminat bersantap malam bersama para Suster Komunitas Don Bosco.  Kesempatan untuk mengenal kehidupan para Suster.

Setelah santap malam, Suster Stefani, PK berbagi kisah panggilan-nya.  Bagaimana saat awal benih-benih panggilan itu muncul hingga saat ini memelihara dan menjalani hidup panggilan.  Acara malam itu ditutup dengan ibadat malam.  Keesokan harinya, para Peminat mengikuti perjamuan Ekaristi di kapel Don Bosco. 

 

Liputan

Selain acara-acara tersebut, mereka juga diajak untuk mengunjungi para Suster di komunitas Emmaus.  Para Suster menyambut mereka dengan hati dan tangan terbuka.  Kehangatan dan keramahan para Suster dapat mereka rasakan. Mereka melihat dan mengalami sendiri bagaimana para Suster saling menolong dengan gembira.  Hal ini memberi kesan tersendiri bagi beberapa peminat, sehingga mereka semakin yakin dengan benih-benih panggilan yang mulai tumbuh dalam diri mereka.  Kegembiraan para Suster yang sudah lanjut usia mengetuk hati mereka untuk memikirkan kembali tawaran panggilan menjadi suster.  “Kegembiraan”, satu hal yang patut kita usahakan secara terus menerus untuk memberi kesaksian dan menampakkan wajah Allah yang tak kelihatan.

Setelah mereka bergembira bersama di komunitas Emmaus, mereka melanjutkan perjalanan kunjungan di komunitas Don Bosco.  Mereka diantar untuk mengunjungi anak-anak yang ada afdeling baby, afdeling 1, 2 dan 3. 

Saat mereka berada di afdeling 1… seorang anak langsung mendatangi seorang peminat, memeluk dan duduk di pangkuannya.  Peristiwa ini memunculkan rasa haru dan air mata yang tak terbendung mengalir dari peminat ini.  Peristiwa ini juga mendorong dia untuk berani memilih jalan hidup yang harus dia ambil.  Yang semula dia ragu-ragu akan keputusannya, antara “ikut orang tua” atau “ikut Tuhan”, setelah mengalami peristiwa itu dia berkata, “Suster, mungkin ini jalan Tuhan untuk saya.  Peristiwa itu membuat saya mengatakan kepada diri saya bahwa jalan inilah yang harus saya lalui. Saya ikut Tuhan.”

Suatu pengalaman iman yang indah yang mereka alami dalam pertemuan peminat pertama ini. Allah menyentuh hati mereka bukan melalui peristiwa yang besar, tetapi melalui peristiwa sederhana yang mungkin bagi orang lain biasa-biasa saja.  Satu pengalaman belas kasih Allah yang ditawarkan kepada kita tidak terbatas ruang dan waktu.  Satu pengalaman “CINTA” yang menantikan tanggapan dari kita yang disentuh oleh belas kasih itu.

Acara demi acara dilalui dengan penuh iman, selanjutnya pertemuan peminat ini ditutup dengan makan siang bersama. Semoga melalui pengalaman ini kita semakin membuka komunitas lokal kita bagi kaum muda untuk menawarkan kesempatan bersharing, untuk berdoa dan untuk melakukan pelayanan nyata kepada para miskin, untuk menemani mereka dan bersama mereka merefleksikan pengalaman iman dan pelayanan (DM 2015 – 2021, hal. 24).

 

 

Sr. Karina, PK 

                                       Tim Gema Komunitas




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)